Bawaslu Binjai Gelar Konsolidasi Demokrasi, GMNI Sampaikan Gagasan Konstruktif Perkuat Pengawasan
|
Binjai – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Binjai kembali menyelenggarakan kegiatan Diskusi Konsolidasi Demokrasi pada Rabu, 1/4/2026, bertempat di Seraya Kopi Binjai. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan pengawasan partisipatif serta peningkatan kualitas demokrasi yang berintegritas melalui kolaborasi dengan elemen kepemudaan, dalam hal ini Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Binjai.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kota Binjai, Muhammad Yusuf Habibi, M.Sos., Anggota Bawaslu Kota Binjai Julkifli dan Panji Putra Perdana, S.H., serta staf sekretariat Putri Shevira Sari. Dari pihak GMNI Kota Binjai, turut hadir Windi Yolanda, Sulfi Khoerus Soleh, dan Dharma Eko Syahputra sebagai perwakilan organisasi mahasiswa.
Dalam forum diskusi, Ketua Bawaslu Kota Binjai membuka ruang dialog dengan meminta pandangan dari GMNI terkait fenomena praktik money politik yang hingga saat ini masih menjadi tantangan serius dalam setiap tahapan pemilihan. Isu tersebut dinilai sebagai salah satu faktor yang dapat merusak integritas dan kualitas demokrasi apabila tidak ditangani secara komprehensif.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan GMNI Kota Binjai, Windi Yolanda, menyampaikan bahwa praktik money politik masih kerap terjadi di tengah masyarakat dan memerlukan penguatan pengawasan serta pendekatan yang lebih masif dari sisi pencegahan. Ia menekankan bahwa keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap dampak dan konsekuensi hukum dari money politik menjadi salah satu penyebab masih maraknya praktik tersebut.
“Pengawasan terhadap praktik money politik perlu lebih dioptimalkan, diiringi dengan peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan sesaat dalam proses demokrasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Windi juga menyoroti pentingnya penguatan peran kelembagaan Bawaslu agar tidak hanya berfokus pada aspek administratif dan formalitas, tetapi mampu menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga yang aktif, responsif, dan berintegritas dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilihan.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Bawaslu di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pengawasan, baik dalam aspek pencegahan maupun penindakan terhadap potensi pelanggaran, serta melalui intensifikasi kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga integritas pemilu.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bawaslu Kota Binjai menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat strategi pencegahan pelanggaran melalui pendekatan partisipatif serta memperluas sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan mahasiswa, sebagai mitra strategis dalam pengawasan pemilu.
Selain itu, Bawaslu juga berkomitmen untuk mengoptimalkan pelaksanaan sosialisasi dan edukasi kepemiluan secara berkelanjutan sebagai langkah konkret dalam meningkatkan literasi politik masyarakat serta menekan potensi terjadinya praktik money politik.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Binjai berharap terbangun kolaborasi yang solid dan berkesinambungan dengan GMNI Kota Binjai dalam mendorong terwujudnya proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menolak segala bentuk praktik politik uang.
Penulis : Putri Shevira Sari
Editor : Mutiara Nabila Nst