Bawaslu Kota Binjai Wacanakan Kolaborasi dengan Influencer untuk Perluas Pendidikan Kepemiluan
|
BINJAI – Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat di era digital menjadi perhatian Bawaslu Kota Binjai dalam mendorong partisipasi masyarakat pada pengawasan pemilu. Di tengah meningkatnya pengaruh media sosial, keterlibatan influencer dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan strategis untuk memperluas jangkauan pendidikan kepemiluan, khususnya kepada generasi muda.
Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi konsolidasi demokrasi yang dilaksanakan Bawaslu Kota Binjai bersama tokoh masyarakat, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini dihadiri Anggota Bawaslu Kota Binjai sekaligus Koordinator Divisi HP2H, Fadhil Azhar, didampingi staf PPPS Alfa Dani dan Muhammad Iqbal, dengan menghadirkan tokoh masyarakat Endang Junaidi sebagai narasumber.
Dalam diskusi tersebut, Fadhil Azhar menyoroti pentingnya menyesuaikan pendekatan pendidikan kepemiluan dengan perkembangan media informasi. Menurutnya, pergeseran konsumsi berita dari media konvensional menuju platform digital perlu direspons dengan strategi komunikasi yang lebih dekat dengan kebiasaan masyarakat, tanpa mengesampingkan akurasi dan kualitas informasi yang disampaikan.
“Peran influencer sangat penting saat ini. Kami bertekad mengajak para influencer untuk berkolaborasi dalam menyebarluaskan pendidikan kepemiluan kepada masyarakat. Harapannya, informasi mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu dapat menjangkau lebih banyak kalangan, terutama generasi muda,” ujar Fadhil.
Keterlibatan influencer dipandang bukan sekadar upaya memperluas penyebaran informasi, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam membangun kesadaran untuk mengawasi setiap tahapan pemilu. Melalui pendekatan komunikasi yang lebih relevan dengan perkembangan zaman, pesan-pesan pengawasan diharapkan tidak berhenti pada penyampaian informasi, melainkan mampu mendorong kepedulian dan keterlibatan publik.
Di sisi lain, media massa tetap memiliki peran penting dalam menyediakan informasi kepemiluan yang kredibel. Kehadiran media digital dan influencer dapat menjadi pelengkap dalam membangun ekosistem informasi yang lebih luas, sehingga masyarakat memiliki akses terhadap pendidikan politik dan kepemiluan yang mudah dipahami.
Diskusi tersebut juga menegaskan bahwa pendidikan politik tidak dapat dibebankan hanya kepada penyelenggara pemilu. Pemerintah, partai politik, media massa, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menumbuhkan kesadaran demokrasi yang berkelanjutan.
Sejalan dengan hal tersebut, Endang Junaidi menekankan bahwa kualitas penyelenggaraan pemilu tidak hanya ditentukan oleh kesiapan menghadapi tahapan pemilu, tetapi juga oleh konsistensi dalam membangun proses demokrasi dari waktu ke waktu.
“Penyelenggara pemilu harus menumbuhkan prinsip keberlanjutan secara konsisten sehingga proses pemilu dapat berjalan dengan baik,” ungkap Endang.
Melalui konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Kota Binjai terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan partisipatif. Pemanfaatan media digital dan keterlibatan figur yang memiliki pengaruh di ruang publik diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan pendidikan kepemiluan yang lebih inklusif, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kualitas demokrasi merupakan tanggung jawab bersama.
Penulis : Muhammad Iqbal
Editor : Mutiara Nabila Nst