Lompat ke isi utama

Berita

Belum Terpengaruh Kepentingan Politik, Pemilih Pemula Jadi Sorotan dalam Diskusi Konsolidasi Demokrasi Bawaslu–BKPRMI”

Dokumentasi kegiatan Diskusi Konsolidasi Demokrasi

Diskusi Konsolidasi Demokrasi bersama Anggota BKPRMI Kota Binjai, Dandi Irawan pada Rabu 4/3/2026 di Masjid Agung Kota Binjai.

Binjai - Bawaslu Kota Binjai melaksanakan kegiatan Diskusi Konsolidasi Demokrasi bersama Anggota BKPRMI di Masjid Agung Binjai, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bersama untuk membahas berbagai tantangan dalam pelaksanaan pemilu, khususnya terkait praktik politik uang serta pentingnya pendidikan politik bagi pemilih pemula.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kota Binjai, Fadhil Azhar, S.P dan Julkifli, serta staf Bawaslu Kota Binjai Chairul Fiqri, S.H dan Mutiara Nabila Nst, S.Pd. Diskusi kali ini menghadirkan Dandi Irawan, M.Pd sebagai narasumber yang juga merupakan anggota BKPRMI Kota Binjai.

Dalam pemaparannya, Dandi Irawan menyoroti salah satu permasalahan yang masih sering terjadi dalam pemilu, yakni praktik politik uang seperti serangan fajar yang kerap dianggap sebagai hal yang lumrah oleh sebagian masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan politik di tengah masyarakat masih perlu terus diperkuat.

Ia menilai peningkatan literasi politik menjadi langkah penting agar masyarakat memiliki kesadaran untuk menolak praktik politik uang serta mampu menentukan pilihan secara rasional dan bertanggung jawab.

Selain itu, Dandi juga menjelaskan bahwa pemilih pemula merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pendidikan politik. Menurutnya, pemilih pemula umumnya belum terkontaminasi oleh berbagai kepentingan politik sehingga memiliki potensi besar untuk dibentuk menjadi pemilih yang rasional dan berintegritas apabila diarahkan dengan baik sejak dini.

Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar pemilih pemula masih berada pada fase usia sekolah, di mana fokus utama mereka masih pada kegiatan belajar dan bermain sehingga kesadaran terhadap demokrasi belum terbentuk secara kuat.

Karena itu, pemilih pemula perlu diarahkan serta diberikan sosialisasi secara berkelanjutan agar memahami arti penting hak pilih serta dampak dari keputusan politik yang mereka ambil.

“Sebagian besar pemilih pemula masih berada pada tahap belajar dan belum memiliki kesadaran demokrasi yang kuat. Oleh karena itu, mereka perlu diberikan sosialisasi dan pemahaman agar mengetahui dampak dari penggunaan hak suara yang mereka miliki,” jelasnya.

Selain sosialisasi, Dandi juga menekankan pentingnya pelaksanaan simulasi pemungutan suara kepada generasi muda. Hal ini dinilai penting karena masih banyak pemilih pemula yang merasa kebingungan ketika pertama kali menghadapi proses pemilu.

Melalui simulasi pencoblosan dan edukasi politik, pemilih pemula dapat memahami proses pemilu secara lebih nyata sehingga mereka tidak merasa asing ketika menggunakan hak pilihnya,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Binjai, Fadhil Azhar, menyampaikan bahwa pemilih pemula merupakan salah satu kelompok dengan jumlah yang cukup besar dalam daftar pemilih dan memiliki potensi besar dalam menentukan arah demokrasi ke depan.

Ia menegaskan bahwa pemilu dapat menghasilkan pemimpin yang baik, namun juga berpotensi melahirkan pemimpin yang tidak berkualitas apabila pemilih tidak menggunakan hak pilihnya secara bijak.

Pemilih perlu mencari informasi dan melakukan riset terhadap calon pemimpin sebelum hari pencoblosan. Dengan demikian, pilihan yang diambil benar-benar didasarkan pada pertimbangan yang rasional,” ujar Fadhil.

Melalui Diskusi Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kota Binjai menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan literasi demokrasi dan partisipasi masyarakat dalam mengawal pemilu yang berintegritas, khususnya dengan meningkatkan kesadaran politik di kalangan pemilih pemula di Kota Binjai.

Penulis & Editor : Mutiara Nabila Nst