Lompat ke isi utama

Berita

Demokrasi Berkualitas Dimulai dari Generasi Muda, Bawaslu Kota Binjai Bangun Ruang Dialog Bersama Tokoh Pemuda

dokumentasi kegiatan

Diskusi Konsolidasi Demokrasi bersama Tokoh Pemuda Kota Binjai Muhammad Rinaldi pada, Kamis (9/7/2026).

Binjai– Membangun demokrasi yang sehat tidak cukup hanya melalui penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas. Dibutuhkan masyarakat yang memiliki kesadaran politik, budaya demokrasi yang kuat, serta generasi muda yang kritis dan berintegritas. Berangkat dari semangat tersebut, Bawaslu Kota Binjai terus memperkuat ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi.

Salah satunya diwujudkan melalui Diskusi Konsolidasi Demokrasi bersama Tokoh Pemuda Kota Binjai, Muhammad Rinaldi pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan dipandu oleh Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Binjai, Fadhil Azhar, S.P., didampingi Dicky Abdullah Arief Lubis.

Demokrasi Berakar dari Budaya Politik Masyarakat

Mengawali diskusi, Muhammad Rinaldi menegaskan bahwa demokrasi bukan hanya persoalan memilih pemimpin melalui Pemilu, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat membangun budaya politik yang berlandaskan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan.

"Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari terlaksananya Pemilu secara berkala, tetapi juga dari kualitas budaya politik masyarakat. Budaya dan moral harus menjadi fondasi agar demokrasi mampu melahirkan pemerintahan yang berintegritas dan berpihak kepada kepentingan rakyat," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, tidak hanya melalui fungsi pengawasan terhadap tahapan Pemilu dan Pemilihan, tetapi juga melalui pendidikan politik, penguatan pengawasan partisipatif, serta peningkatan kapasitas masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya mengawal proses demokrasi.

Pemilih Muda Harus Menjadi Pelaku Demokrasi, Bukan Sekadar Penonton

Dalam sesi diskusi, perhatian peserta banyak tertuju pada peran generasi muda dalam perkembangan demokrasi di Kota Binjai. Menurut Muhammad Rinaldi, masih terdapat sebagian pemilih pemula yang belum memahami substansi demokrasi secara utuh dan cenderung mengikuti arus dukungan tanpa didasarkan pada pertimbangan yang rasional.

"Generasi muda jangan hanya menjadi pendukung atau penonton demokrasi. Mereka harus menjadi pelaku yang memahami nilai-nilai demokrasi, berani berpikir kritis, dan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab," tegasnya.

Ia juga menyoroti besarnya pengaruh media sosial dalam membentuk preferensi politik generasi muda. Menurutnya, media digital memang mampu mendekatkan pemimpin dengan masyarakat, namun masyarakat harus memiliki literasi yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh popularitas semata.

"Integritas, rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, dan program kerja harus menjadi dasar dalam menilai seorang pemimpin, bukan hanya seberapa besar popularitasnya di media sosial," tambahnya.

Pendidikan Politik Menjadi Investasi Demokrasi

Diskusi berlangsung interaktif ketika peserta mengangkat berbagai pertanyaan mengenai upaya meningkatkan minat pemilih pemula agar lebih aktif dalam Pemilu maupun Pilkada. Menanggapi hal tersebut, narasumber menilai pendidikan politik harus dilakukan secara berkelanjutan sejak usia sekolah agar generasi muda memiliki pemahaman yang utuh mengenai hak dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Selain itu, mahasiswa didorong untuk menjalankan fungsi sebagai agent of change melalui pendekatan akademik dan konstitusional, seperti menyusun kajian ilmiah terhadap kebijakan publik maupun memanfaatkan mekanisme hukum apabila terdapat regulasi yang dinilai tidak lagi sesuai dengan perkembangan masyarakat.

Dalam sesi diskusi bersama pelajar, Muhammad Rinaldi juga mengajak peserta melihat demokrasi sebagai ruang yang terbuka bagi setiap warga negara untuk berpartisipasi, termasuk melalui jalur kepemimpinan politik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Perkuat Sinergi Membangun Demokrasi

Kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kota Binjai dalam memperluas ruang kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan kalangan pemuda sebagai mitra strategis dalam membangun demokrasi yang berkualitas. 

Menanggapi pembahasan dalam diskusi Kordiv HP2H Bawaslu Kota Binjai, menegaskan bahwa penguatan budaya demokrasi harus dibangun melalui keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda.

Demokrasi tidak hanya soal memilih, tetapi juga soal membangun kesadaran politik yang bertanggung jawab. Karena itu, Bawaslu Kota Binjai terus mendorong pendidikan politik dan pengawasan partisipatif agar pemilih muda mampu menjadi pelaku demokrasi yang kritis dan berintegritas,” ujar Fadhil.

Melalui penguatan literasi demokrasi, pendidikan politik yang berkelanjutan, serta peningkatan pengawasan partisipatif, Bawaslu Kota Binjai berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga berperan aktif mengawal jalannya demokrasi secara kritis, partisipatif, dan konstitusional demi terwujudnya Pemilu dan Pemilihan yang jujur, adil, dan berintegritas di Kota Binjai.

Penulis : Dicky Abdullah 

Editor : Mutiara Nabila Nst