Lompat ke isi utama

Berita

Tutup Orientasi PPPK Gelombang IV Tahun 2026, La Bayoni Tekankan Peran Strategis SDM Bawaslu

Dokumentasi kegiatan

7 Staf PPK Bawaslu Kota Binjai ikuti Penutupan Pelaksanaan Orientasi PPPK Gelombang IV Tahun 2026 pada, Jumat (28/8/2026). 

Binjai — Sebanyak tujuh staf PPPK Bawaslu Kota Binjai mengikuti Penutupan Pelaksanaan Orientasi PPPK Tahun 2026 Gelombang IV pada Jumat, (28/8/2026). Penutupan ini menjadi akhir dari rangkaian orientasi yang telah dilaksanakan selama 11 hari, sejak 18 hingga 28 Agustus 2026.

Ketujuh staf tersebut yakni Putri Shevira Sari, Aswina Fitri Lubis, Ayu Fitria, Alfa Dani, Citra Afriyanti, Nur Annisa Rezky, dan Ricky Efendy. Selama mengikuti orientasi, para peserta menjalani proses pembelajaran secara distance learning melalui Zoom dan Learning Management System (LMS).

Rangkaian orientasi sebelumnya dibuka oleh Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, Rudi Junjungan Sirait. Pada agenda penutupan, Deputi Bidang Administrasi Bawaslu RI, La Bayoni, hadir sekaligus menutup kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, La Bayoni menegaskan bahwa orientasi PPPK tidak berhenti pada pemberian pengetahuan maupun sertifikat kepada peserta. Lebih dari itu, orientasi diharapkan mampu membentuk cara pandang baru mengenai posisi dan tanggung jawab PPPK sebagai bagian dari sumber daya manusia yang turut memperkuat pelaksanaan tugas Bawaslu.

“Orientasi ini bukan saja setelah selesai kegiatan adik-adik sekalian membawa sertifikat atau mendapat pengetahuan baru, tetapi juga harus punya satu pemikiran bahwa ada suatu cara pandang baru tentang posisi dan tanggung jawab PPPK dalam melaksanakan tugas-tugas ke depan” ujar La Bayoni.

Ia menyampaikan, orientasi PPPK Gelombang IV di tingkat Provinsi Sumatera Utara diikuti sebanyak 348 peserta. Menurutnya, jumlah tersebut sekaligus menunjukkan besarnya kebutuhan dan harapan lembaga terhadap kontribusi PPPK dalam mendukung tugas-tugas Bawaslu. Untuk itu, pengembangan kapasitas dan kompetensi perlu terus dilakukan, termasuk dalam mempersiapkan PPPK untuk mengisi jabatan-jabatan fungsional di lingkungan Bawaslu.

Pada kesempatan tersebut, La Bayoni juga menyampaikan pesan Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, kepada para PPPK di Sumatera Utara. Ferdinand berpesan agar para PPPK tetap bersemangat dalam bekerja, terutama di tengah masa efisiensi dan belum adanya tahapan Pemilu maupun Pemilihan. Pekerjaan ini perlu dipandang bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai ruang untuk memberikan kontribusi terbaik bagi lembaga dan masyarakat.

Teruslah semangat dalam bekerja. Jangan melihat pekerjaan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi lembaga dan masyarakat,” pesan Ferdinand.

Selain semangat kerja, Ferdinand juga menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai modal utama dalam mempertahankan kepercayaan publik terhadap lembaga pengawasan Pemilu. Integritas tersebut perlu berjalan bersama kompetensi dan etika, sehingga kemampuan yang dimiliki dapat digunakan secara profesional dengan tetap menghormati rekan kerja serta menjaga sikap dalam setiap situasi.

Ia juga mengingatkan agar orientasi tidak dipandang sebagai akhir dari proses pembelajaran. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama orientasi harus diterjemahkan menjadi kinerja nyata di unit kerja masing-masing.

Berakhirnya rangkaian orientasi ini diharapkan menjadi awal bagi para PPPK untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi Bawaslu. Dengan semangat, integritas, kompetensi, dan etika yang terus dijaga, keberadaan PPPK diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan tugas dan kelembagaan Bawaslu Kota Binjai.